Fall in Cloud
Apa kamu pernah jatuh? Jatuh dari tangga, jatuh tersungkur,
jatuh tersandung, dan banyak lagi. Sebagian besar jatuh menghasilkan sakit,
bukan? Well, setidaknya itu yang aku
rasakan. Tapi ada beberapa jatuh, yang kejadiannya sama mengejutkannya seperti
jatuh-jatuh yang lain, tapi tak pernah bisa kita prediksi dimana ia bermuara,
dan kemana ia akan membawa kita. Mungkin jatuh yang aku pikirkan, dengan yang
kalian pikirkan berbeda. Atau, karena suatu kebetulan, atau , karena mungkin
kita terhubung, jawabannya akan sama. Bermain dengan tebakkan.
Apa kamu pernah berpikir untuk jatuh ke awan? Saat aku memikirkan
tentang “jatuh” yang satu itu, aku jadi berpikir tentang jatuh ke awan. Karena,
aku bahkan sama sekali tak pernah bisa menerka, dengan jelas, bagaimana rasanya
menyentuh awan, berbaring di sana, atau setidaknya hanya menggapainya sedikit.
Jatuh yang aku pikirkan (kadang) membuat hati berbunga, tapi
(kadang) bisa membuat hati terpecah dan terpencar. Jatuh yang aku pikirkan bisa
membuat senyum tergantung indah di wajah, tapi bisa membuat hujan turun di pipi.
Jatuh yang aku pikirkan ini tak berkonsep, terlalu abstrak, dan yang pernah “jatuh”
pun tak akan pernah merasa pasti, bagaimana kronologisnya. Jatuh yang satu ini
adalah ketidakpastian.
Jatuh harusnya membuatmu tersadar, bukan? Tapi yang ini membuatmu
seakan sedang bermimpi. Kadang serasa lebih manis dari
hal-termanis-yang-bisa-kau-bayangkan. Seperti jatuh ke awan, semua orang
mendamba kenyamanannya. Karena ketika kalian berada di atas awan, kalian
cenderung melihat apa yang ingin kalian lihat. Orang-orang, yang berada jauh di
bawah sana, takkan tahu, apa yang sedang kalian pikirkan, atau rasakan. Jadi,
tak usah dipedulikanlah. Lakukan apa yang ingin kalian lakukan, mumpung ada
kesempatan.
Tapi, kalian juga harus tahu. Jatuh ke awan bukannya tak
berisiko. Kamu juga bisa benar-benar terjatuh ke bumi, terhempas. Terlalu banyak
kemungkinan, diantara ketidakpastian yang melayang-layang dianganmu.
Everyone has their own
fall in cloud’s story. Some may regret it, or some will make it their greatest
memories. It depends on what they’ve felt.
Tapi, (note : bisa dijadikan referensi) bukannya jatuh yang
seperti itu ada waktunya? Bukannya akan lebih menyenangkan, jika jatuh saat
kita sudah siap, mantap dan matang? Karena, jatuh yang seperti itu tak bisa
sembarangan. Ini juga masalah hati, bagian terpeka yang dimiliki manusia. Jatuh,terus,
dan terus jatuh, hanya akan menyenangkan kalau kita tahu, bahwa ini benar. Benar dalam arti pada waktu, tempat dan
situasi yang tepat.
Karena jatuh, tak selalu menyenangkan.
Jadi, jangan jatuh sembarangan, yah!
Fall in cloud will give you unforgettable memories, either it’s about happiness or sadness. It’s true that fall in cloud is just like dreaming. But, (just in case you forget), you have to wake up. You can’t dreaming all day long.
Komentar
Posting Komentar