A Choice Between Choices
Hidup memang selalu penuh dengan pilihan. Bahkan ketika kita sudah memilih, selalu ada beribu, bahkan berjuta pilihan yang menunggu, siap menerkam. Pilihan memang tak selalu menyeramkan. Tapi, ketakutan kadangkala hinggap dalam hati, bergentayangan. Ketakutan akan pilihan yang salah, atau barangkali takut menyakiti orang lain, atau mengecewakan orang-orang tersayang. Kata mungkin menjadi sangat tabu diucap, karena tak bisa ditebak kapan akan berasa manis atau pahit. Hidup adalah pilihan. Betapa pepatah itu benar adanya. Memilih dan dipilih adalah cara hidup kita hingga saat ini. Banyak sekali contohnya, simple sekali menjelaskannya. Ketika kamu hendak jajan gorengan, kamu harus memilih antara gehu, cireng, bala-bala, dan tempe mendoan. Nah, ketika sudah punya sesuatu untuk dipilih, sekarang kita harus memikirkan apa yang kita mau. Cara mengetahuinya? Mudah saja sebenarnya. Cari saja faktor-foktor pendukungnya, yang membuat kamu menyukai hal tersebut. Misal, gorengan yang hangat leb...