Kacau.
Kadang ada suatu hari dimana semuanya serasa amat
melelahkan. Kamu akan menjadi sangat perasa saat hari itu datang. Bahasa
gaulnya sih, peka. Tapi, menurutku, tak semua yang dimaksud ‘peka’ itu baik.
Kamu ingin bertanya kenapa? Aku rasa orang akan menyadarinya saat fase ini
sudah hampir berakhir.
Ya, lelah bisa membuatmu menjadi orang termenyebalkan
sedunia. Tapi, menurutku, nggak ada satupun orang yang bisa memprediksi kapan
dia lelah (Well,itu fakta). Jadi, ya
mau bagaimana lagi. Saat hari itu datang, rasanya kita adalah orang
termenyedihkan. Padahal sih, nyatanya tidak.
Kamu akan lelah, selelah-lelahnya. Rasanya semua orang di
sekitarmu terlalu egois. Padahal kamu hanya meminta sebuah dari sekarung yang
mereka punya. Padahal kamu sedang butuh-butuhnya.
‘Kok nggak ada yah
yang ngertiin aku?’
‘Padahal kan dulu di
posisi ini aku ngertiin mereka, bikin mereka nyaman.’
‘Tapi kok sekarang
malah gini?’
Kamu akan benci dengan semuanya. Mungkin kasarnya...muak?
Disaat-saat kritis seperti ini, harusnya ada kan, setidaknya 1 orang saja, yang
memelukmu lembut, atau memberikan bahunya untuk kau sandari.
Kamu akan bertanya-tanya, kemana semua pengorbanan yang kamu
sudah berikan untuk mereka? Kenapa tak ada satu biji pun yang kembali padamu?
.
.
.
.
Di saat ini lah sebenarnya, kamu akan menjadi sangat
menyedihkan. Kenapa kamu harus merasa paling menyedihkan? Bahkan ketika orang
lain berlomba-lomba merahasiakan kesengsaraannya dari saudara-saudaranya,
semata-mata agar mereka tak cemas dan terbebani. Kenapa kamu harus merasa
paling banyak memberi? Bahkan ketika pemberianmu sama sekali tak ada harganya,
karena pada akhirnya yang kamu inginkan hanyalah balasan. Kenapa kamu harus
merasa ditinggalkan? Bahkan ketika kamu tak pernah benar-benar tulus pada orang
lain. Dan yang terakhir, kenapa kamu harus membenci yang lain? Padahal, yang
kamu benci seharusnya dirimu sendiri.
Kamulah yang egois.
Kamulah yang tak pengertian.
Kamulah yang tak sayang.
Kamulah yang memuakkan.
Sudah tau kan sekarang, dimana kesalahanmu?
Hai kamu, yang di dalam sana.
Berhentilah bersembunyi dibalik tulisan ini.
Kamulah yang bikin kacau semuanya.
Komentar
Posting Komentar