Kecewa.
Kecewa. Kata yang sangat sering orang ucapkan untuk
mendeskripsikan rasa marah dan sedih. Kata ini amat ringkas, tapi bermakna.
Karena seseorang bisa kehilangan kepercayaan hanya karena kata ini. Ya, hanya
karena kecewa.
Aneh, kenapa ya kata ini sering sekali menghampiri? Atau
mungkin aku yang terlalu peka? Atau aku yang terlalu memikirkan
hal-yang-tak-perlu-dipikirkan?
Siang itu matahari masih cerah. Sejujurnya hati ini memang
sudah jengkel karena sesuatu. Tapi, ternyata ada saja alasan untuk bertambah
jengkel. Harusnya kan aku biasa-biasa saja. Toh bukan aku saja yang terkena
dampaknya. Harusnya aku nggak boleh jengkel. Memangnya ada yang akan peduli
kalau aku jengkel? Memangnya situasi akan berubah kalau aku jengkel? Jujur,
jengkel saat itu benar-benar useless.
Terus kenapa harus diperpanjang sih, nab? Suka bingung...
I end up making people around me annoyed. Ya iyalah. Yang biasanya nyerocos panjang lebar tentang hal yang nggak penting, tiba-tiba diam. Cuma ngerespon senyum, iya dan nggak kalau ditanya. Iya kok tau, aku tau aku salah. And the worst thing is, yang membuat jengkel malah nggak ngeh sama sekali. Seketika ingin bilang
I end up making people around me annoyed. Ya iyalah. Yang biasanya nyerocos panjang lebar tentang hal yang nggak penting, tiba-tiba diam. Cuma ngerespon senyum, iya dan nggak kalau ditanya. Iya kok tau, aku tau aku salah. And the worst thing is, yang membuat jengkel malah nggak ngeh sama sekali. Seketika ingin bilang
“thanks for your attention, wassalamualaikum wr.wb.”
Iya, aku tahu. Harusnya nggak perlu diperibet. Cukup bicara empat mata, mencoba saling mengerti. Tapi...gengsi. I wonder why my prestige was so high that time. Jadi akhirnya, masalah ini menggantung semenggantung-menggantungnya.
Aku juga ingin di-peka-in. Aku yakin kamu tahu ada yang
beda, tapi kamu nggak mau nanya duluan. Aku juga ingin disamperin. Aku
sangat-sangat mengerti, beban kamu berat, tanggung jawab yang kamu emban itu
jadi tanggungan sampai akhirat. Tapi, temenmu yang caper dan gengsian ini ingin
diperhatiin. Aku tahu kamu punya segudang kesibukan, tapi aku juga ingin
disisihkan waktu, untuk berdua.
Karena manusia yang satu ini cemburuan, gampang ngambek, dan
menyebalkan. Lebih sering menyusahkan dari pada meringankan beban kamu.
Iya, aku kecewa. Aku baru tahu kamu bisa melakukan hal itu.
Dan aku tahu itu nggak baik untuk kamu. Jadi aku ingin kamu berubah.
Maafkan aku yang egois, yang inginnya kamu selalu tampak
baik. Tapi, aku jengkel karena aku rasanya nggak mengenal kamu.
Aku jengkel karena aku sayang kamu.
Komentar
Posting Komentar